Belajar bahasa Inggris tidak cukup hanya dari buku teks. Siswa juga perlu berhadapan langsung dengan penutur dari negara lain agar terbiasa mendengar, memahami, dan menggunakan bahasa Inggris dalam situasi nyata.
Semangat itulah yang dihadirkan SD Muhammadiyah 15 Surabaya (SDM Limas) melalui kegiatan Native Talk bertema I Will Do, My Country, Your Country.
Kegiatan yang berlangsung Rabu (19/8/2026) di Aula Lantai 2 SDM Limas tersebut menghadirkan Talha Waheed, mahasiswa asal Pakistan yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Kegiatan diikuti seluruh siswa kelas 6. Para siswa tidak hanya mendengarkan pemaparan tentang Pakistan, tetapi juga mendapat kesempatan bertanya dan berkomunikasi langsung menggunakan bahasa Inggris.
Kepala SDM Limas Mationo mengatakan kehadiran Talha menjadi kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Terlebih, Talha saat ini merupakan mahasiswa semester 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unesa, Program Studi Manajemen.
“Besar harapan kami anak-anak, khususnya kelas 6, bisa memperoleh ilmu dari Mr. Talha. Anak-anak juga kami dorong membuat resume dan tetap semangat serta percaya diri untuk berani bertanya sesuai kemampuan bahasa Inggris masing-masing,” ujar Mationo.
Menurut dia, pengalaman berkomunikasi langsung dengan orang dari negara lain diharapkan dapat menumbuhkan keberanian siswa dalam menggunakan bahasa Inggris.
Guru ekstrakurikuler wajib Bahasa Inggris SDM Limas, Diah Sirrin Nadhirah, mengatakan Native Talk tidak sekadar menjadi latihan berbicara. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan budaya, kehidupan, dan kekayaan negara lain kepada siswa.
“Native Talk ini dilaksanakan untuk memperkenalkan bahasa, budaya, keindahan alam luar negeri dan memberikan pembelajaran baru bagi siswa serta memperdalam kemampuan bahasa Inggris,” kata Diah.
Dia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan motivasi siswa untuk belajar bahasa Inggris sekaligus melatih keberanian mereka melakukan speaking practice secara langsung bersama penutur dari negara lain.
Kesempatan itu dimanfaatkan siswa kelas 6 untuk bertanya mengenai berbagai hal tentang Talha dan Pakistan. Pertanyaan mereka antara lain menyangkut tempat tinggal, profesi, makanan khas, pakaian tradisional, hingga keindahan alam Indonesia dan Pakistan.
Meski sebagian siswa masih terlihat malu-malu, mereka satu per satu maju dan mencoba berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris.
Kegiatan semakin menarik ketika Tim Wartawan Cilik (WarCil) SDM Limas ikut melakukan peliputan. Tiga siswa mendapat tugas sebagai reporter, perekam suara, dan fotografer.
Kirana Thalia Puteri Anugerah dari kelas 6 Ibnu Qayyim bertugas sebagai reporter. Aisyah Ayudia Inara Raharja dari kelas 6 Ibnu Sina menjadi voice recorder, sedangkan Azzahra Ayudia Inara dari kelas 6 Ibnu Qayyim bertugas sebagai fotografer.
Kirana kemudian mewawancarai Talha menggunakan bahasa Inggris. Salah satu pertanyaannya, “What is the purpose and objective of having a native speaker at SD Muhammadiyah 15 Surabaya?”
Talha menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan meningkatkan motivasi sekaligus kemampuan komunikasi siswa dalam bahasa Inggris melalui pembelajaran yang interaktif.
“The purpose of the native speaker program at SD Muhammadiyah 15 Surabaya is to boost students’ motivation and improve their English communication skills through interactive learning,” ujarnya.
Kirana kembali bertanya mengenai harapan Talha setelah mengikuti Native Talk di SDM Limas.
Talha berharap siswa semakin percaya diri menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari.
“I hope that after this native talk activity, the students of SD Muhammadiyah 15 Surabaya will become more confident and motivated to speak English in their daily lives,” katanya.
Talha kemudian mengajak para siswa mempraktikkan bahasa Inggris bersama dengan mengatakan, “Mari kita coba!”
Ajakan tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah. Suasana semakin cair ketika salah seorang siswa menyadari Talha juga dapat berbahasa Indonesia.
“Ternyata bisa bahasa Indonesia,” celetuk siswa disambut tawa peserta.
Kegiatan Native Talk pun tidak hanya menjadi ruang belajar bahasa Inggris, tetapi juga pengalaman lintas budaya yang mendorong siswa SDM Limas berani berkomunikasi dengan dunia luar. (*)
*) Penulis : Ali Shodiqin












